1. Kenali dengan baik counterpart kita. Cara berfikirnya, style kerjanya dsb. Ada orang yg dalam berunding mulai dari deket-deket dg titik tengah, tapi ada juga yg mulai dari extrim bawah atau atas. Berunding adalah mencari titik temu antara 2 pihak yg berbeda pendapat.
  2. Bicaralah seperlunya. Banyak bicara saat perundingan tidak berarti kita yg akan memenangkan perundingan. Bahkan terkadang kita harus "ndableg" dengan membisu dan sedikit bicara.
  3. Satukan "bahasa" diantara team sebelum berunding. Kalau perlu buat simulasi perundingan shg kita bisa mengantisipasi kira-kira apa yg akan terjadi.
  4. Antisipasi kemungkinan. Siapkan skenario yg akan terjadi dan apa yg harus dilakukan. Contoh : jika tawaran A ditolak counterpart kita, apa yg akan ditawarkan lagi.
  5. Implementasikan : "Prepare for the Worst, Hope for the best". Sikap ini akan menyeimbangkan antara usaha dan doa. Berusaha semaksimal mungkin, dan disertai juga dengan doa semaksimal mungkin.
  6. Kenali dengan baik tim perunding kita, pribadinya, gaya bicaranya, dll. Ini akan menentukan pembagian peran diantara kita.
  7. Bersiaplah untuk "trade off". Perundingan pada dasarnya adalah tawar-menawar kepentingan. Kita harus tahu mana yg nggak boleh ditawar, dan mana yg boleh ditawar.
  8. Hati boleh panas,kepala harus tetap dingin. Kepala adalah tempat otak menyusun strategy. Kalau "procesornya" udah panas, maka nggak bisa kerja lagi, gampang dikalahkan lawan. Maka sepanas apapun perundingan, kepala kita harus tetap dingin, agar kita tetap bisa berfikir.
Iklan