Untuk design laboratorium kimia harus mulai dari awal.

  1. Apa analysis yang akan kita lakukan (radiasi kah? safety kah? clinical kah? teachingkah? pathologykah..?.)
  2. Apa peralatan yang kita butuhkan ?
  3. Seperti apa Lay Outnya….?
  4. Pengaturan ruangan compatibility antara suatu analysis dengan analysis lain….
  5. belum lagi maslah instalasi listrik, limbah, air dan gas dan juga rencana pengembangan Lab ke depan…..

Jadi memang harus benar-benar direncanakan dari awal.

Terkait dengan laboratorium yang ada di Indonesia, beberapa diantaranya ada dulu ruangan baru ada laboratoriumnya, sehingga ketika ada pengembangan dari lab tersebut mengakibatkan adanya keterbatasan….

Jadi ketika merancang suatu lab… kita harus tahu perhitungan sbb:

  • berapa space yang dibutuhkan?
  • hood ?
  • exhaust Fan?
  • lighting?
  • chemical godown?
  • berapa employee yang akan bekerja?
  • berapa office ?
  • administration?
  • Safety equipment and location
  • Furnishings?
  • fire protection?
  • plumbing dan sebagainya…

Mengenai operational, lab yang sudah terakreditasi sudah punya document level 1 – 4 yang mana semua nya sudah ada dalam bentuk QA Manual, Test method, SOP Operationals, FORM, JSA dan HES Manuals.

HES Manuals adalah uraian tentang point-point HES yang ada di Laboratorium. SOP Operationals adalah prosedurs bagaimana menjalankan sebuah laboratory misal :

  • Sample Custody Procedure
  • Chemical Management and Hazard Communication Procedure
  • Cylender Handling Procedure
  • Waste Handling Procedure
  • Document Control and handling Procedure
  • Equipment Calibration Procedure
  • Internal Audit Procedure
  • Emergency Respone Plan Procedure
  • PPE Procedure
  • MSDS Procedure
  • Access Control Procedure
  • LOTO Procedure
  • JSA Procedure
  • Housekeeping Procedure
  • Etc.

Dan yang lebih penting lagi setiap aktivitas dan analysis di laboratorium harus ada JSA (Job Safety/Hazard Analysis) dan dipahami oleh semua personal yang ada di Lab tersebut.

JSA adalah analisa potensi-potensi bahaya yang kemungkinan terjadi ketika aktivitas di lab dilakukan. Biasanya setiap SOP atau Prosedur menpunyai 1 atau lebih JSA.

Untuk penyimpanan bahan kimia perlu ada ruangan khusus dan perlu diperhatikan compatibity dari chemical, MSDS, Fan, Inventory, Spill Kit, Lemari khusus misal untuk asam, reagent, access control dan sebagainya….

Segitu aja dulu.. mungkin bisa menbantu….

 

sumber : disadur dari berbagai sumber

Iklan